Showing posts with label Writings. Show all posts
Showing posts with label Writings. Show all posts

Saturday, December 29, 2012

Bale-Kondang Beach


Seperti yang kita Ketahui Bale Kambang merupakan sebuah pantai berpasir yang berada di daerah Malang, Jawa Timur. Nice view?? Tentu saja. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang recommended sebagai tujuan wisata untuk sekedar penghilang penat dengan menikmati pemandangan dan ombaknya yang eksotis atau untuk jalan-jalan bersama teman, sahabat, keluarga ataupun pacar. Pantai Bale Kambang juga di sekitarnya terdapat para penjual makanan, minuman, maupun souvenir seperti bakso, mie ayam, nasi campur, es degan, es teh, es air putih, maupun pakaian yang bertuliskan “I LOVE BALE KAMBANG”. All of them can be found in Bale Kambang Beach. Selain itu juga terdapat beberapa losmen untuk wisatawan dari jauh yang ingin lebih lama berada di kawasan tersebut dengan cara bermalam. Di sana terdapat beberapa losmen yang berupa kamar-kamar. Satu kamar sewanya sekitar 100 ribuan lah. Cukup mahal untuk ukuran saya sih (mahasiswa dompet tipis…hahaha). Akan tetapi, harga tersebut merupakan harga yang wajar lah untuk sebuah kawasan wisata. Kita bisa menikmati suasana pantai selatan dengan ombak yang lumayan besar dan suara kicauan burung yang ada di sana.

Selain semua yang tertera di tulisan saya tadi. Bale Kambang juga merupakan kawasan yang memiliki tingkat biodiversitas yang cukup tinggi (menurut saya sih. Soalnya pas praktikum saya dan praktikan lainnya mendapat jumlah individu dan jenis biota laut yg cukup banyak). Mulai dari gastropoda, cephalopoda, ikan karang, karang itu sendiri, polychaeta, arthropoda dan masih banyak lagi yang lainnya. Sungguh mengesankan lah pokoknya ketika melihat keindahan alam bawah laut. Meskipun masih di area intertidal tapi banyak sekali hal yang bisa kita lihat dan ketahui di sana yang mungkin belum pernah kita lihat sebelumnya (dalam hal ini saya..hehehe). Seperti yang orang-orang bilang bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui di dunia ini dan itu memang benar adanya ketika melihat sesuatu yang belum pernah kita ketahui secara tidak langsung akan ada perasaan senang dalam hati (dalam hal ini saya lagi…hehehe).


Tidak jauh dari pantai Bale Kambang terdapat pantai kecil yang lumayan jarang terjamah oleh wisatawan yakni “Kondang Merak”. How about the view?? Tentu saja tidak kalah bagusnya. Hanya saja perjalanannya yang membutuhkan sedikit effort yang lebih untuk sampai di sana. Effort apakah itu?? Ya ada beberapa aspek yang menyebabkan saya waktu itu membutuhkan usaha untuk sampai di sana yakni jalanannya yang masih becek ketika hujan, ada juga yang masih berbatu yang dalam hal ini biasa disebut orang “Makadaman” alias jalanan yang akan di aspal tapi masih belum dan hanya ada batu-batu besar yang terkadang runcing yang dapat merusak ban motor. Akan tetapi, Effort itu pada saat itu terbayarkan lah ketika sampai di lokasi pantainya. Pemandangannya yang bagus dan suasananya yang tenang membuat pikiran tenang, ombaknya pun tidak sebesar yang di Pantai Bale Kambang. Di kawasan ini juga terdapat pemukiman nelayan yang biasa melaut untuk menjaring ikan. Di kawasan ini juga terdapat losmen berupa kamar-kamar yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan Bale Kambang yakni sekitar 30 ribuan. Hal tersebut mungkin dikarenakan perjalanannya yang sedikit lebih membutuhkan effort jika dibandingkan ke Bale Kambang (menurut saya sih). Tak kalah menariknya ada penyewaan alat snorkeling loh di Pantai Kondang Merak ini. Meskipun saya belum sempat Tanya berapa harga sewa alat-alat tersebut. Warung-warung makan juga tersedia dan siap untuk melayani pengunjung dengan menunya yang “sip banget”. Sebenarnya waktu itu saya sedikit kesal dan kecewa karena salah satu tujuan saya kesana adalah “Birdwatching” alias “Ngintip manuk”. Di Pantai Bale Kambang saya hanya menemukan beberapa spesies yakni Kekep Babi, Cinenen Pisang, Cekakak Sungai, dan sempat melihat Kuntul Karang yang pergi sebelum saya ambil fotonya. Setelah hijrah ke Pantai Kondang Merak pun hanya beberapa spesies yang saya temukan di sepanjang jalan yakni Cucak Kutilang, Merbah Crukcuk dan beberapa burung siluet (maklum pas siang-siang mendung). Keadaan sedikit menyenangkan ketika saya hampir sampai di lokasi melihat seekor Cekakak Jawa yang melintas di depan saya (saat itu pas pegang kamera dan saya hanya diam terpaku..huhuhu). Sesampainya di lokasi bertambah senang ketika melihat seekor burung Kuntul Karang fase gelap berada di pinggir pantai berpasir itu. Langsung Cekrik…cekrik..cekrik…!!! suara kamera yang saya gunakan untuk mengambil foto burung yang pertama kali kulihat itu (hanya seekor dan sepertinya itu kuntul yang ada di Bale Kambang tadi). Seusai menikmati suasana pantai tersebut kembalilah saya. Sepertinya dugaan saya dari awal memang benar sepinya burung di sana akibat masih siang. Perjalanan kembali pulang pun saya menemui banyak burung yakni Cucak Kuning, Cucak Kutilang, Merbah Crukcuk, Delimukan Zamrud, Cekakak Jawa, Alap-alap Capung, dan banyak lagi burung siluet dan suara burung seperti suara ayam hutan dan Merak. Well..Setidaknya perjalanan 8 jam yang ditempuh dari Surabaya waktu itu terbayarkan lah dengan melihat banyak burung yang ada di sana. Bahkan membuat ingin kesana lagi..lagi..dan lagi….....





Bale Kambang dan Kondang Merak merupakan kawasan yang punya biodiversitas yang lumayan tinggi baik Terestrial maupun intertidalnya. Biodiversitas tersebut adalah sebagian dari kekayaan alam yang dimiliki alam ini untuk kita Konservasi. Tidak hanya kita jaga keberadaannya, tapi juga perlu kita pelajari dan kita manfaatkan. Kata memanfaatkan bukan berarti kita harus menembak burung yang ada untuk dimakan, menangkap burung tersebut untuk dipelihara, atau untuk mengeksploitasi biota-biota lautnya. Akan tetapi, kita memanfaatkannya untuk menjaga keseimbangan alam ini agar kehidupan dapat berlangsung seimbang. Untuk kita sekarang, untuk anak kita nanti, dan untuk generasi kita nanti. Tak hanya alam ini saja yang harusnya kita wariskan ke generasi kita. Melainkan juga jiwa konservasi kita untuk menjaga alam ini agar tetap lestari.

Friday, December 28, 2012

Sebait Cerita



Semua berawal dari waktu itu….

Dulu....
Pertama kita bertemu mulut serasa terkunci bagai jarum yang menari-nari di atas lidah yang penuh dengan dosa-dosa yang luar biasa besarnya. Rasa takut dan malu berpadu menjadi satu membelenggu keberanian dan rasa ingin tahu siapa kamu, kamu, dan kamu.

Seiring dengan berjalannya waktu….
Goresan-goresan tinta perpecahan dan persatuan di atas lembaran-lembaran putih kehidupan mulai kita alami bersama. Suka-duka maupun sedih-senang kita terjang bersama. Meskipun terkadang kita banyak mengeluh tentang tugas-tugas yang ada. Akan tetapi, kebersamaan kita lah yang membuat kita bisa melalui lika-liku hidup di dunia fana ini. Mulai dari membantu mencari bahan untuk praktikum, baceman tugas, hingga membantu mengerjakan tugas teman kita.


Seiring dengan berjalannya waktu….
Cinta pun tumbuh di sela-sela keseharian kita. Mulai dari cinta sebagai teman biasa, cinta sebagai sahabat, cinta sebagai saudara, cinta sebagai pacar, bahkan cinta yang mencakup keseluruhan dari itu semua. Cinta itu tumbuh sedikit demi sedikit. Bagaikan pohon kehidupan yang dimulai dari biji buah yang sangat teramat kecil. Sedikit demi sedikit tumbuh menjadi tumbuhan kecil mungil yang tak berdaya yang lama-kelamaan tumbuh menjadi sebuah pohnon yang kuat dan gagah perkasa dengan batang besar yang menyokong pohon itu agar dapat terlihat tegak dan kokoh, daun lebar dan lebat yang dapat mengayomi semua yang ada dibawah pohon tersebut , serta akar kuat yang mendasari dan menopang segala berat yang ada pada pohon tersebut.

Kini….
Aku hanya dapat menggoreskan tinta-tinta warna-warniku dalam sebait cerita yang kupenggal dari milyaran kisah kita yang berwarna-warni.

Suatu saat….
Meskipun aku tak tahu yang akan terjadi nanti maupun esok hari. Akan tetapi, aku tahu dan percaya jika kita akan berusaha yang terbaik untuk diri kita, orang-orang di sekeliling kita, dan untuk dunia agar menjadi lebih baik. Menjadi orang-orang yang sukses dan bermanfaat. Karena, aku yakin kalau kita bisa!!!. . . . .kita bisa!!!. . . . .kita. . . .bisa!!!

Pahlawanku


Titik-Titik embun jatuh di pagi hari
Tak sederas cucuran keringatmu
Untuk esok hari
Kobaran api membakar dunia ini
Tak sebesar semangatmu untuk
Meraih mimpi-mimpi
Berlari mengalahkan sang mentari
di pagi hari
Berlayar menerjang ribuan badai besi
Membawa harapan pasti untuk tanah air ini
Tanah tempat lahir ini

Jasamu takkan pernah terganti
Layaknya sang mentari
Yang tak kenal lelah tuk menyinari dunia ini
Dari jaman dlu hingga esok hari

KU-NAM





Inilah "The KU-NAM". Terdiri dari Sofyan Aris (aku), Dadang H. Mustofa, Iwenda B. Subagio, Roqib Muta'ali, Agma Baibh, dan Dimas Cahyo. Mereka semua (kecuali aku) adalah teman-teman kuliahku sekaligusyang ku anggap sebagai saudara-saudaraku sendiri di ITS. Tepatnya jurusan Biologi. Susah ataupun senang bersama. Saling membantu satu sama lain. Kata "KUNAM" yang artinya "Jiwa dan Ragaku Untuk Berenam" kalau dibalik "MANUK" yang artinya "Burung". Nama ini sangat cocok karena kami berada di jurusan Biologi yang dari dulu hingga sekarang mempelajari tentang Makhluk hidup.